MAKALAH : KEMAJUAN IPTEK DI ERA 5.0
KEMAJUAN IPTEK DI ERA 5.0
Disusun oleh
:
Fidia Fajri
Utami (2015018224)
PROGRAM
STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
AHMAD DAHLAN
2021/2022
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunianya kepada kita semua berupa ilmu dan amal. Berkat rahmat dan
karunianya pula, kami dapat menyelesaikan makalah tentang, Kemajuan IPTEK di
era 5.0 yang insya allah tepat pada waktunya. Terima kasih kami ucapkan kepada
bapak / ibu Lutfiatun Latifah, M.Pd dosen mata kuliah (matkul xxx) yang telah
memberikan arahan terkait tugas makalah ini. Tanpa bimbingan dari beliau,
mungkin kami tidak akan dapat menyelesaikan sesuai dengan format yang telah
ditentukan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
meberikan sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.
Kami
menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami
mengharapkan kritik dan saran pembanca demi kesempurnaan makalah untuk
kedepannya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi peneliti dan pembacanya.
Gunungkidul,
24 November 2021
Penyusun
DAFTAR ISI
2.3. Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2.4. Perkembangan IPTEK di Era 5.0
2.5. Manfaat IPTEK Era 5.0 di Berbagai Bidang
2.6 Dampak Positif Perkembangan IPTEK
2.7 Dampak Negatif Perkembangan IPTEK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Globalisasi menjadi
tantangan bagi masyarakat dunia yang tak mengenal batas wilayah. Era
globalisasi memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan,
termasuk tuntutan dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satu tantangan nyata
tersebut adalah bahwa pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya
manusia yang memiliki kompetensi utuh, dikenal dengan kompetensi abad ke-21.
Kompetensi abad ke-21 merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki siswa agar
mampu berkiprah dalam kehidupan nyata pada abad ke-21. Pada abad ke-21 ini,
sekolah ditantang untuk mampu menciptakan pendidikan yang dapat ikut
menghasilkan sumber daya pemikir yang mampu ikut membangun tatanan sosial dan
ekonomi sadar pengetahuan sebagaimana layaknya warga dunia di abad ke-21
(Etistika, 2016: 1).
Abad ke-21 memiliki
banyak perbedaan dengan abad ke-20 dalam berbagai hal, diantaranya dalam
pekerjaan, hidup bermasyarakat dan aktualisasi diri. Abad ke-21 ditandai dengan
berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat serta perkembangan otomasi
dimana banyak pekerjaan yang sifatnya pekerjaan rutin dan berulang-ulang mulai
digantikan oleh mesin, baik mesin produksi maupun komputer. Sebagaimana sudah
diketahui dalam abad ke-21 ini sudah berubah total baik masyarakat maupun dunia
pendidikannya. Sekolah yang dipahami sampai saat ini sudah terbentuk sejak abad
ke-19 dalam rangka pengembangan pendidikan anak dan juga mendorong industrialisasi.
Indonesia saat ini
memasuki era revolusi industri 4.0. Pertengahan abad ini (revolusi digital)
ditandai perpaduan teknologi dan mengaburkan garis ruang fisik, digital, serta
biologis. Era revolusi industri 4.0 ini semakin sedikit aktivitas terikat
secara fisik pada lokasi geografis. Sebab, semua kegiatan manusia berkonversi
dari manual menuju digital (Wihadanto, 2017: 3). Revolusi industri 4.0 identik
dengan disruption, disruptive (ketercerabutan) karena hampir semua ranah
kehidupan berkonversi dari manual menuju digital. Jika kita dihadapkan
ketercerabutan ini, maka bonus demograsi Indonesia pada 2045 harus disiapkan.
Ada enam prinsip desain industri 4.0 menurut Prasetyo (2018: 19), mulai dari
interoperability, virtualisasi, desentralisasi, kemampuan real time,
berorientasi layanan dan bersifat modular.
1.2.Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari era 5.0?
2. Bagaimana hubungan ilmu pengetahuan dan
teknologi?
3. Bagaimana perkembangan IPTEK di era 5.0?
1.3.Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa pengertian dari era 5.0
2. Untuk memahami hubungan ilmu pengetahuan
dan teknologi
3. Untuk mengaplikasikan perkembangan IPTEK
di era 5.0
1.4. Manfaat
1. Agar pembaca dapat mengetahui apa
pengertian dari era 5.0
2. Agar pembaca dapat memahami hubungan ilmu
pengetahuan dan teknologi
3. Agar pembaca dapat mengaplikasikan
perkembangan IPTEK di era 5.0
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Era 5.0
Istilah
era society 5.0 muncul pertama kali sejak deklarasi perdana menteri Jepang
Shinzo Abe pada tanggal 21 Januari 2019. Konsep ini muncul sebagai tinjauan
dari era revolusi 4.0 yang saat ini menjadi tren globalisasi yang membentuk
sebuah inovasi baru seiring dengan perkembangan zaman dan juga ke elemen
masyarakat umum. Tujuan dari konsep era society 5.0 ini adalah mewujudkan
masyarakat agar benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Hal ini sebagai
solusi dari revolusi industri 4.0 yang ditakutkan akan mengdegradasi umat
manusia.
Secara
umum society 5.0 adalah masyarakat umum yang dapat menyelesaikan beberapa
tantangan dan permasalahan sosial yang ada disekitarnya dengan memanfaatkan
berbagai macam inovasi maupun terobosan baru yang telah ada pada era revolusi
industri 4.0 seperti Internet Of Things
( internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence ( kecerdasan buatan
seperti robot), Big Data ( data dalam jumlah besar). Society 5.0 lebih mengarah
pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang dapat mempermudah
manusia dalam bidang teknologi dan akan memilki kemampuan lebih untuk melakukan
maupun menganalisa sesuatu menggunkan bantuan robot,meringankan pekerjaan
berat seperti menganalisa informasi
dalam skala masif yang dapat mempersingkat sebuah pekerjaan.
Dengan
hadirnya era society 5.0 sebagai inovasi baru dari adanya revolusi industri 4.0
menjadi jawaban untuk masyarakat bahwa teknologi memiliki peranan yang sangat
penting bagi kelangsungan hidup manusia, sistem yang terhubung di dunia maya
merupakan hasil optimal yang telah diperoleh dari adanya Artificial
Intelligence dengan penggabungan teknologi Big Data yang bisa menjadi nilai
feedback dalam bidang industri maupun society dari yang tidak mungkin menjadi
mungkin (Hendarsyah, 2019).
2.2. Pengertian
IPTEK
IPTEK
adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. IPTEK adalah ilmu yang
mempelajari tentang perkembangan teknologi berdasarkan ilmu pengetahuan. Dalam
perkembangan global, ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan beriringan
membentuk sebuah kemajuan. Ilmu pengetahuan adalah studi tentang alam dan
perilaku dunia fisik dan alam melalui metode ilmiah. Ilmu pengetahuan
didefinisikan sebagai pengamatan, identifikasi, deskripsi, eksperimen,
penyelidikan, dan penjelasan teoretis tentang fenomena alam.
Teknologi
adalah kumpulan teknik dan proses yang digunakan dalam produksi barang atau
jasa atau pencapaian tujuan seperti penyelidikan ilmiah. Teknologi mengacu pada
metode, sistem, dan perangkat yang merupakan hasil dari pengetahuan ilmiah yang
digunakan untuk tujuan praktis. Ilmu pengetahuan mencakup studi sistematis
tentang struktur dan perilaku dunia fisik dan alam melalui pengamatan dan
eksperimen. Sementara teknologi adalah penerapan pengetahuan ilmiah untuk
tujuan praktis (Pramitarini, 2021)
2.3. Hubungan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Teknologi
menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah, dan ilmu pengetahuan
menggunakan teknologi untuk membuat penemuan baru. Tujuan ilmu pengetahuan
adalah untuk menjawab pertanyaan dan menambah pengetahuan. Tujuan teknologi
adalah untuk menemukan solusi untuk masalah praktis. Meskipun memiliki tujuan
yang berbeda, ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan beriringan, dan
masing-masing saling membantu untuk sebuah kemajuan. Contohnya, ilmu
pengetahuan ilmiah digunakan untuk menciptakan teknologi baru seperti teleskop
luar angkasa. Teknologi baru sering memungkinkan para ilmuwan untuk mengeksplorasi
alam dengan cara baru. Tanpa ilmu pengetahuan, tidak ada pertumbuhan manusia,
tidak ada kemajuan teknologi, tidak ada generasi pengetahuan dan dunia akan
stagnan (Mulyani, 2021).
2.4. Perkembangan
IPTEK di Era 5.0
Saat
ini kemajuan teknologi internet sudah berkembang dengan sangat pesat,
perkembangan teknologi internet ini terus melesat tinggi untuk berusaha
memenuhi kebutuhan secara global. Dalam hal ini kita sudah tidak asing lagi
dengan revolusi industri 5.0 atau era teknologi informasi yang setidaknya
memiliki enam pilar utama yang dipaparkan
di acara Hannover Messe, Jerman pada tahun 2011 yaitu masyarakat digital, energi berkelanjutan,
mobilitas cerdas, hidup sehat, keamanan sipil, dan teknologi di tempat kerja.
Revolusi industri merupakan sebuah perubahan cara hidup manusia dan proses
kerja secara fundamental, dimana adanya kemajuan teknologi informasi dapat
mengintegrasikan dalam dunia kehidupan dengan digital yang dapat memberikan
dampak disiplin ilmu. Masyarakat revolusi industri 5.0 ditekankan pada kesiapan
untuk lebih berpikir kritis, mengembangkan kreativitas.
Kemajuan
tektonologi menghasilkan modernitas, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi,
mobilitas sosial, ekspansi atau peluasan budaya. Melalui kemajuan Teknologi
komunikasi makin canggih dan murah, berkembangnya teknologi komunikasi dapat
terjadinya hubungan antara negara maju dan negara terbelakang yang teknik
produksinya yang masih rendah sehingga tidak bisa dihindari. Perkembangan IPTEK
sekarang, masyarakat dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan dan
kompetensinya, sehingga manusia dapat menyeimbangkan dirinya di zaman modern
ini. IPTEK adalah awal dari kesuksesan bangsa, karena bisa menciptakan sesuatu
hal yang baru yang sebelumnya tidak bisa terjadi dapat terjadi. Hal tersebut
dinyatakan oleh Prof. Agus pada tahun dalam pidato presiden Soekarno di Malang
pada tahun 1958 bahwa “bangsa ini akan maju dan sejahtera jika pembangunannya
dilandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi”. Dari pendapat ini kita bisa
mengetahuai bahwa tanpa adanya teknologi dan pendidikan maka tidak akan pernah
ada yang namanya kemajuan. Semenjak berkembangnya IPTEK bangsa telah banyak
menciptakan generasi penerus yang bermutu dan berkualitas, dengan demikian
penggunaan teknologi untuk pendidikan dan latihan harus dengan kreatif dan
bijak (Jamun, 2018).
Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sudah sangat pesat diberbagai bidang, salah
satunya di dalam dunia pendidikan. Segala bentuk proses Pembelajaran dapat
dilakukan dengan mudah. Teknologi digital sekarang sudah mulai digunakan
didalam bidang pendidikan sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran, baik
sebagai alat informasi (sarana mengakses informasi) atau sebagai sarana
pembelajaran (penunjang kegiatan belajar dan tugas). Perkembangan IPTEK yang
sangat pesat ini memunculkan peralatan dan aplikasi yang sangat mudah
dipelajari dan dimanfaatkan menjadi media pembelajaran. Dalam berkembangnya
teknologi didalam dunia pendidikan sekarang, pendidik maupun peserta didik
dapat mencari dan menemukan berbagai informasi mengenai pengetahuan dengan
cepat melalui jaringan internet.
Society
5.0 menawarkan masyarakat yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang
antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang
sangat menghubungkan melalui dunia maya dan dunia nyata. Menurut perdana
menteri Jepang, Shinzo Abe menjelasakan dalam World Economic Forum (WEF), “Di
society 5.0 itu bukan lagi modal, tetapi data yang menghubungkan dan
menggerakkan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang
kurang beruntung. Layanan kedokteran dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga
perguruan tinggi akan mencapai desa-desa kecil."
Sebenarnya,
konsep revolusi industri 4.0 dan society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang
jauh. Yaitu revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial
intellegent) sedangkan society 5.0 memfokuskan kepada komponen manusianya.
Konsep society 5.0 ini, menjadi inovasi baru dari society 1.0 sampai society
4.0 dalam sejarah peradaban manusia. Society 5.0 adalah era di mana semua
teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sebagai
informasi melainkan untuk menjalani kehidupan. Sehingga perkembangan teknologi
dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi pada
kemudian hari (Puspita, 2020).
2.5. Manfaat
IPTEK Era 5.0 di Berbagai Bidang
Manfaat
yang paling terlihat dari IPTEK adalah membuat hidup lebih mudah. Ilmu
pengetahuan telah memberi manusia kesempatan untuk mengejar masalah sosial
seperti etika, estetika, pendidikan, dan keadilan; untuk menciptakan budaya;
dan untuk memperbaiki kondisi manusia. Ilmu pengetahuan kemudian menciptakan
teknologi canggih yang bisa mempermudah pekerjaan manusia.
IPTEK
memberi manfaat pada berbagai bidang kehidupan. Secara umum manfaat IPTEK
adalah:
1) Mempermudah komunikasi.
2) Mempermudah pekerjaan manusia.
3) Waktu yang digunakan lebih efisien.
4) Dapat membantu manusia dalam meningkatkan
dan memanfaatkan sumber energi baru yang berguna untuk kelangsungan hidup
manusia.
5) Sumber daya alam yang ada di bumi ini
lebih mudah dikelola dengan optimal dan berkualitas.
6) Banyaknya industri baru dan perusahaan
baru yang dapat memberikan lapangan pekerjaan, sehingga bisa mengurangi
penggangguran.
7) Mengurangi pemakaian bahan alami yang
semakin langka.
Dalam bidang pendidikan, manfaat IPTEK
adalah:
1) Munculnya media masa elektronik yang dapat
menjadi sumber ilmu dan informasi pendidikan.
2) Munculnya berbagai macam metode
pembelajaran yang baru, sehingga memudahkan pelajar memahami materi-materi
pelajaran.
3) Mempermudah sistem pembelajaran. Karena
kemajuan IPTEK saat ini belajar tidak lagi harus bertatapan muka, belajar sudah
bisa dilkukan dengan jarak yang jauh sekalipun.
4) Mempermudah dalam mengolah data nilai
dengan menggunakan IPTEK. Sebelumnya semua tugas dilakukan dengan cara yang
manual termasuk menyimpan nilai-nilai siswa oleh guru. Saat ini semua sudah
bisa dilakukan dengan mudah, sudah ada komputer dan berbagai tenologi canggih
lainnya yang akan mempermudah pekerjaan.
Dalam bidang politik, manfaat IPTEK
adalah:
1) Munculnya kelas menengah baru. Gaya hidup
dan keterampilan kelas menengah baru ini dapat menjadi pelopor dalam menuntut
kebebasan politik.
2) Terjadinya proses regenerasi pemimpin.
3) Timbulnya kesadaran regionalisme, yang
dapat melahirkan kekuatan ekonomi.
Dalam bidang sosial dan budaya, manfaat
IPTEK adalah:
1) Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat
dapat mempermudah komunikasi antar manusia dari suatu tempat ke tempat yang
lain
2) Memungkinkan pertukaran budaya dengan
cepat.
3) Mempermudah seseorang di suatu Negara
mengetahui berbagai macam budaya yang ada di belahan bumi yang lain
4) Mempermudah pendistribusian karya-karya
anak bangsa seperti musik, film, fashion maupun furnitureke Negara-negara
tetangga maupun Negara-negara berbeda benua yang mana akan memperkuat identitas
Negara serta membuat Negara semakin dikenal oleh dunia.
(Bimantoro, 2021)
2.6 Dampak
Positif Perkembangan IPTEK
Tidak
bisa disangkal, berkat adanya ilmu dan teknologi manusia memperoleh banyak kemudahan
dan kemajuan bagi kehidupan manusia. Adapun dampak postif yang dihasilkan dari
perkembangan IPTEK antara lain: Pertama, memberikan berbagai kemudahan.
Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang
berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi, itu contoh kecil
efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam
kehidupan sehari-hari.
Kedua,
mempermudah meluasnya berbagai informasi. Informasi merupakan hal yang sangat
penting bagi setiap orang. Terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan
elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa setiap orang mau tidak mau harus
bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa lalu, kegiatan
pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih
dilakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan
sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, di mana
perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan tidak perlu menunggu lama untuk
mengirim atau menerima berita.
Ketiga,
bertambahnya pengetahuan dan wawasan. Komputer dahulu termasuk jenis peralatan
yang sangat canggih, di mana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya
apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan IPTEK, peralatan
elektronik seperti Komputer, internet, dan telepon genggam sudah menjadi benda
yang menjamur. Di mana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu
menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah
pengaruh positif perkembangan IPTEK di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan
dan wawasan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi, membuat
kemajuan bagi peradaban kehidupan manusia saat ini dibandingkan sebelumnya,
yang terutama bertambah dengan kemungkinan-kemungkinan ilmiah dan teknologi ini
adalah kemampuan manusia. Bertrand Russel mengutip dari seorang Filsus Inggris,
Francis Bacon (1561-1623) menyadari aspek penting dengan menekankan bahwa
knowledge is power, “pengetahuan adalah kuasa.”
2.7 Dampak
Negatif Perkembangan IPTEK
Kemajuan
yang dicapai berkat ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat ambivalen artinya
disamping banyak akibat positif terdapat juga akibat-akibat negatif. Adapun
dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi antara lain:
Pertama, Mempengaruhi pola pikir. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang
agresif dan penasaran serta menyukai hal baru. Terutama sekali dengan adanya
berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan
tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa tetapi juga
berdampak terhadap pola pikir anak. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat
disajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media
elektronik.
Kedua,
Munculnya gaya hidup modern. Gaya hidup modern memang tidak salah, karena pola
tingkah laku masyakarat yang disesuaikan dengan tuntutan zaman, yang menjadi
persoalan ialah bentuk dari gaya hidup modern yang menimbulkan pergeseran nilai
diantaranya, individualis, gaya hidup instan, orientasi diri serta tingkat
hedonis yang tinggi. Ketiga, IPTEK pedang bermata dua. Penemuanpenemuan IPTEK
bagi kesejahteraan sungguh sangat menakjubkan, tetapi ada dampak yang tidak
dikehendaki dari perkembangannya karena hanya didasarkan pada kepentingan
pribadi untuk mencari keuntungan atau kesenangan pribadi seingga IPTEK dapat
menghancurkan kehidupan.Di samping kemajuan yang luar biasa, IPTEK juga
menimbulkan masalah dan kesulitan baru. Tidak bisa dipungkiri, problem dan
kesulitan ini sering mempunyai konotasi etis. Perkembangan IPTEK menimbulkan
masalah baru bagi lingkungan hidup, ekologi serta pengembangan bioteknologi
yang melanggar etika kemanusiaan, yang dibawa oleh ilmu dan pengetahuan tidak
hanya kemajuan, melainkan kemunduran, bahkan kehancuran, jika manusia tidak mau
membatasi diri (Tobeli, 2017).
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.Kesimpulan
Dari
hasil pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut
1. IPTEK adalah singkatan dari ilmu
pengetahuan dan teknologi. IPTEK adalah ilmu yang mempelajari tentang
perkembangan teknologi berdasarkan ilmu pengetahuan. Dalam perkembangan global,
ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan beriringan membentuk sebuah kemajuan.
Ilmu pengetahuan adalah studi tentang alam dan perilaku dunia fisik dan alam
melalui metode ilmiah. Ilmu pengetahuan didefinisikan sebagai pengamatan,
identifikasi, deskripsi, eksperimen, penyelidikan, dan penjelasan teoretis
tentang fenomena alam
2. Teknologi menggunakan ilmu pengetahuan
untuk memecahkan masalah, dan ilmu pengetahuan menggunakan teknologi untuk
membuat penemuan baru. Tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk menjawab pertanyaan
dan menambah pengetahuan. Tujuan teknologi adalah untuk menemukan solusi untuk
masalah praktis. Meskipun memiliki tujuan yang berbeda, ilmu pengetahuan dan
teknologi berjalan beriringan, dan masing-masing saling membantu untuk sebuah
kemajuan. Contohnya, ilmu pengetahuan ilmiah digunakan untuk menciptakan
teknologi baru seperti teleskop luar angkasa.
3. Saat ini kemajuan teknologi internet sudah
berkembang dengan sangat pesat, perkembangan teknologi internet ini terus
melesat tinggi untuk berusaha memenuhi kebutuhan secara global. Dalam hal ini
kita sudah tidak asing lagi dengan revolusi industri 5.0 atau era teknologi
informasi yang setidaknya memiliki enam pilar utama yang dipaparkan di acara Hannover Messe, Jerman pada tahun
2011 yaitu masyarakat digital, energi
berkelanjutan, mobilitas cerdas, hidup sehat, keamanan sipil, dan teknologi di
tempat kerja.
3.2.Saran
Menurut
pendapat penulis, di era Globalisasi ini bangsa Indonesia perlu melakukan
berbagai perbaikan di segala bidang. Adapun bidang dasar yang cukup penting
seperti sosial dan budaya, politik, hukum serta bidang ekonomi. Hal ini perlu
dilakukan agar perubahan yang terjadi nantinya menjadi lebih baik lagi. Kita
juga perlu menanamkan penerapan nilai-nilai UUD 1945 dan Pancasila agar bangsa
Indonesia tetap maju dan ciri khas dari bangsa tersebut tetap terjaga meskipun
pengaruh era Globalisasi tidak dapat dihindarkan. Penulis yakin bahwa bangsa
ini akan memiliki kehidupan yang lebih baik jika berpegang teguh pada pedoman
yang ada, walaupun jaman dan teknologi semakin canggih.
DAFTAR PUSTAKA
Bimantoro,
A 2021, ‘Paradoks Etika Pemanfaatan Teknologi Informasi di Era 5.0’, Jurnal Urindo, Vol.1, No.1, hh 1-12
Hendarsyah,
D 2019, ‘E-Commerce di Era Industri 4.0 dan Society 5.0’, Jurnal Ilmiah Ekonomi, Vol. 8, No. 2, hh. 171 – 184
Jamun,
Y & Marryono 2018, ‘ Dampak Teknologi Terhadap Pendidikan’, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol.
2, No. 4, hh 48 - 52
Mulyani,
F & Haliza, N 2021, ‘Analisis Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(Iptek) Dalam Pendidikan’, Jurnal
Pendidikan dan Konseling, Vol. 3, No. 1, hh 101 - 109
Puspita,
Y, Fitriani, Y & Astuti, S 2020, ‘Selamat Tinggal Revolusi Industri 4.0
Selamat Datang Revolusi Industri 5.0’, Jurnal
Nasional Pendidikan, Vol. 3, No. 1, hh 122 -130
Pramitarini,
Y, Saputra, PY & Putri, Ak 2021, ‘Pendidikan Untuk Menyambut Society 5.0
Retrieved from Tekno Tempo’, Jurnal IPTEK,
Vol. 25, No.1, hh 1178 – 1185
Tobeli,
E & Zelda, Z 2017, ‘Perkembangan Remaja Kristen dalam Menghadapi
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Jurnal Penabiblos, Vol.4, No.1, hh 76 - 91
Comments
Post a Comment